Pages

Tuesday, November 10, 2015

Pertanian Hidroponik

CARA menanam BENIH MEdia ROCKWOOL

Rockwool merupakan salah satu media tanam yang banyak digunakan oleh para petani hidroponik. Media tanam ini mempunyai kelebihan dibandingkan dengan media lainnya terutama dalam hal perbandingan komposisi air dan udara yang dapat disimpan oleh media tanam ini.

Rockwool pertama kali dibuat pada tahun 1840 di Wales oleh Edward Parry, namun karena massa jenis yang ringan dan kondisi penyimpanan yang tidak baik, tiupan angin yang sedikit dapat menerbangkan rockwool yang telah diproduksi dan membahayakan lingkungan kerja. Sehingga produksi ketika itu harus dihentikan.

Rockwool terbuat dari bebatuan, umumnya kombinasi dari batuan basalt, batu kapur, dan batu bara, yang dipanaskan mencapai suhu 1.600 derajat Celcius sehingga meleleh menjadi seperti lava, dalam keadaan mencair ini, batuan tersebut disentrifugal membentuk serat-serat. Setelah dingin, kumpulan serat ini dipotong dengan ukuran yang sesuai dengan kebutuhan.

Pada pertanian, rockwool dapat digunakan

Friday, October 23, 2015

Sagu Dan Cara Memperbanyak Tanaman Sagu

Tanaman Sagu Dan Cara Memperbanyak Tanaman Sagu

Sagu diduga berasal dari Maluku dan Irian. Hingga saat ini belum ada data yang pasti yang mengungkapkan kapan awal mula sagu ini dikenal. Diwilayah Indonesia Bagian Timur, sagu sejak lama dipergunakan sebagai makanan pokok oleh sebagian penduduknya, terutama di Maluku dan Irian Jaya. Teknologi eksploitasi, budidaya dan pengolahan sagu yang paling maju saat ini adalah di Malaysia. Tanaman sagu sangat potensial dikembangkan karena merupakan sumber karbohidrat sehingga dapat berfungsi sebagai pangan alternatif sesudah beras. Disamping itu sagu dapat diolah sebagai bahan baku industri makanan, industri kimia dan farmasi. Sebagian besar areal sagu di Indonesia masih dalam bentuk hutan sagu. Eksploitasi hutan sagu tanpa diiringi dengan usaha pemulihan populasi akan berdampak negatif bagi masyarakat yang mengandalkan sagu sebagai sumber pokok pangan.

Klasifikasi tanaman sagu
Tanaman sagu termasuk dalam Ordo Spadiciflorae, Famili Palmae.

Saturday, September 26, 2015

Piper Albi Linn

Tanaman Lada
(Piper Albi Linn)


Lada, disebut juga Merica atau Sahang, yang mempunyai nama Latin Piper Albi Linn adalah sebuah tanaman yang kaya akan kandungan kimia, seperti minyak lada, minyak lemak, juga pati. Lada bersifat sedikit pahit, pedas, hangat, dan antipiretik. Tanaman ini sudah mulai ditemukan dan dikenal sejak puluhan abad yang lalu.

Pada umumnya orang-orang hanya mengenal lada putih dan lada hitam yang mana sering dimanfaatkan sebagai bumbu dapur. Tanaman ini merupakan salah satu komoditas perdagangan dunia dan lebih dari 80% hasil lada Indonesia diekspor ke negara luar.  Selain itu, lada mempunyai sebutan The King of Spice (Raja Rempah-Rempah) yang mana kebutuhan lada di dunia tahun 2000 mencapai 280.000 ton.

Lada adalah salah satu tanaman yang berkembang biak dengan biji, namun banyak para petani lebih memilih melakukan penyetekkan untuk mengembangkannya. Mereka memotong batangnya kira-kira dengan panjang 0,25-0,5 meter.

Namun sebelumnya

Tuesday, September 22, 2015

MORFOLOGI TANAMAN BUAH TOMAT

MORFOLOGI TANAMAN BUAH TOMAT

Tomat (Solanum lycopersicum) merupakan tumbuhan dari keluarga Solanaceae, tumbuhan asli Amerika Tengah dan Selatan, dari Meksiko sampai Peru. Tomat merupakan tumbuhan dengan siklus hidup singkat, dapat tumbuh setinggi 1 sampai 3 meter. Tomat merupakan keluarga dekat dari kentang.

Dibidang genetika, telah ditemukan bermacam – macam jenis tomat dengan keunggulan yang berbeda – beda, sehingga petani dengan mudah dapat menentukan pilihan sesuai dengan kebutuhan dan kesenangannya. Dibidang tehnik bercocok tanam telah ditemukan satu paket teknologi yang dapat meningkatkan pendapatan. Dibidang penanganan hasil panen, buah tomat dapat diolah menjadi bermacam – macam bentuk olahan, seperti saus, jus, sambal, minuman , dan sebagainya. Pemanfaatan buah tomat yang beragam memberi peluang pemasaran yang sangat luas.

Artikel ini dibuat untuk memberikan informasi tentang ciri – ciri morfologi tomat agar kita dapat mengenali tanaman tomat secara rinci seperti bentuk, ukuran, dan sebagainya. Dan juga dapat memberikan informasi tentang jenis – jenis serta manfaat yang terkandung dalam buah tomat

Friday, September 4, 2015

Jenis - Jenis Cabai

Jenis - Jenis Cabai

Indonesia
Cabai, cabe merah, lombok gede,  cabe.
Inggris
chili pepper
Pilipina
Siling Haba
Cina
la jiao
Kingdom
Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom
Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi
Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi
Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas
Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas
Asteridae
Ordo
Solanales
Famili
Solanaceae (suku terung-terungan)
Genus
Capsicum
Spesies
Capsicum annum L.
Tanaman Cabe (Capsicum sp)  / chili adalah buah dan tumbuhan anggota genus Capsicum. Pertumbuhan cabe memiliki sejarah cabai yang tinggi di indonesia. Cabe juga termasuk dalam golongan tanaman terung-terungan yaitu Solanaceae.

Mengenal jenis – jenis cabe bagi sebagian orang yang sering berbudidaya, tentu sudah tahu dengan jenis dan kapan sasaran pasaran yang akan di tuju. Hal ini penting di mana para pembudidaya harus tahu peluang pasar dan sasaran yang akan di pasarkan.

Jenis – jenis cabe yang dapat di jumpai di indonesia.
Jenis cabe memang banyak sekali dan beragam rasa dan penkonsumsianya, namun hanya sebagian jenis varietas yang bisa di budidayakan, yakni cabe besar, cabe rawit dan cabe hibrida.

Jenis cabe besar (Capsium annum L)
Beberapa jenis cabe besar yang berada di indonesia, yang sering di budidayakan dan di minati oleh pasaran. Cabe besar sering di gunakan sebagai bumbu masakan oleh masyarakat indonesia. Di antaranya varietas dan jenis cabai besar yang populer di indonesia adalah :

Thursday, September 3, 2015

Kenapa Timun Terasa Pahit

Kenapa Timun Terasa Pahit
Ketika memakan timun terkadang timun terasa pahit. Mengapa demikian, berikut penjelasannya. Rasa pahit dari timun berasal dari senyawa organik yang disebut senyawa fitokimia bernama, saponin dan Tetracyclic Triterpenoid atau Cucurbitacins adalah senyawa komplek yang dapat ditemukan pada tanaman timun- timunan (Famili Cucurbitaceae). Senyawa ini ditemukan pada bagian atas timun. kalau dilihat ada yang warna putih yang bikin pahit.

Akibat konsumsi Cucurbitacin berlebihan.

Konsumsi Cucurbitacins yang berlebihan dapat menyebabkan kematian. Berdasarkan penelitian, pada dosis 1,2 mg ccuA/kg (cucurbitacins murni) menyebabkan kematian pada tikus. selama ini belum ditemukan kasus pada manusia.

Namun tidak usah kawatir,

Wednesday, September 2, 2015

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3)

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3)


Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bagi pekerja atau teknisi sangat diperlukan ketika sedang bekerja. Namun tidak hanya untuk subyek pekerja (manusia) saja, tetapi K3 juga penting untuk obyek (material) yaitu benda-benda yang dikenai pekerjaan, alat-alat serta lingkungan tempat bekerja. Oleh karena itu sangat diperlukan kepedulian manusia sebagai personil yang bisa berperan aktif dalam mewujudkan keselamatan dan kesehatan kerja.
Sesuai dengan tujuannya, maka K3 mempunyai tujuan sebagai berikut:
1. Melindungi tenaga kerja dalam melaksanakan pekerjaan untuk memperoleh keselamatan dan kesehatan serta kesejahteraan hidup.
2. Menjamin tenaga kerja dalam meningkatkan produktifitas
3. Menjamin dan melindungi tenaga kerja dan lingkungannya
4. Menjamin sumber-sumber produksi dan perlatan yang digunakan
5. Mencegah dan atau mengurangi terjadinya kecelakaan kerja di tempat kerja dan lingkungannya
6. Mengurangi resiko kebakaran
7. Mencegah dan mengurangi kerugian yang diderita oleh semua pihak
8. Memberi perlindungan hukum dan moral bagi tenaga kerja dan manajemen perusahaan
9. Memberi pertolongan dini bagi pekerja bila terjadi kecelakaan
Peraturan mengenai syarat-syarat keselamatan kerja diatur dalam
perundangan Republik Indonesia, yaitu UU No. 1 Tahun 1970. Syaratsyarat
keselamatan kerja yaitu:

Tuesday, September 1, 2015

Jenis Bunga Mawar / Rose



Mawar / Rose

Rosa canina
Klasifikasi Ilmiah
Kerajaan:
Plantae
Divisi:
Magnoliophyta
Kelas:
Magnoliopsida
Ordo:
Rosales
Famili:
Rosaceae
Upafamili:
Rosoideae
Genus:
Rosa L.




































Mawar adalah suatu jenis tanaman semak dari genus Rosa sekaligus nama bunga yang dihasilkan tanaman ini. Mawar liar terdiri dari 100 spesies lebih, kebanyakan tumbuh di belahan bumi utara yang berudara sejuk. Spesies mawar umumnya merupakan tanaman semak yang berduri atau tanaman memanjat yang tingginya bisa mencapai 2 sampai 5 meter. Walaupun jarang ditemui, tinggi tanaman mawar yang merambat di tanaman lain bisa mencapai 20 meter.

Friday, August 28, 2015

Ilmu Pertanian

AGRIBISNIS


Agribisnis adalah bisnis berbasis usaha pertanian atau bidang lain yang mendukungnya, baik di sektor hulu maupun di hilir. Penyebutan "hulu" dan "hilir" mengacu pada pandangan pokok bahwa agribisnis bekerja pada rantai sektor pangan (food supply chain). Agribisnis, dengan perkataan lain, adalah cara pandang ekonomi bagi usaha penyediaan pangan. Sebagai subjek akademik, agribisnis mempelajari strategi memperoleh keuntungan dengan mengelola aspek budidaya, penyediaan bahan baku, pascapanen, proses pengolahan, hingga tahap pemasaran. Dalam konteks manajemen agribisnis di dalam dunia akademik, setiap elemen dalam produksi dan distribusi pertanian dapat dijelaskan sebagai aktivitas agribisnis. Namun istilah "agribisnis" di masyarakat umum seringkali ditekankan pada ketergantungan berbagai sektor ini di dalam rantai produksi.

Istilah "agribisnis" diserap dari bahasa Inggris: agribusiness, yang merupakan lakuran dari agriculture (pertanian) dan business (bisnis). Dalam bahasa Indonesia dikenal pula varian anglisismenya, agrobisnis.

Objek agribisnis dapat berupa tumbuhan, hewan, ataupun organisme lainnya. Kegiatan budidaya merupakan inti (core) agribisnis, meskipun suatu perusahaan agribisnis tidak harus melakukan sendiri kegiatan ini. Apabila produk budidaya (hasil panen) dimanfaatkan oleh pengelola sendiri, kegiatan ini disebut pertanian subsisten, dan merupakan kegiatan agribisnis paling primitif. Pemanfaatan sendiri dapat berarti juga menjual atau menukar untuk memenuhi keperluan sehari-hari.

Dalam perkembangan masa kini agribisnis tidak hanya mencakup kepada industri makanan saja karena pemanfaatan produk pertanian telah berkaitan erat dengan farmasi, teknologi bahan, dan penyediaan energi.

FAO memiliki bagian yang beroperasi penuh pada pengembangan agribisnis yang bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan industri pangan di negara berkembang.
( Sumber : Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas )

Wednesday, March 25, 2015

Beberapa Gejala Keracunan Pestisida

Beberapa Gejala Keracunan Pestisida

Untuk mengetahui gejala umum keracunan pestisida, berikut ini beberapa gejala ini dapat dijadikan acuan sederhana.
1.       Tanda dan gejala pada mata
Jika kontak langsung pestisida mata bisa berwarna merah, serta terasa gatal, sakit dan keluar air mata.
2.       Keluar air liurdan keringat berlebihan.
Keluarnya air liur dan keringat berlebihanmerupakan reaksi dari stimulasi saraf parasimpatetik.
3.       Gemetar dan kejang
Keracunan organofosfat dan karbamat sering menimbulkan gejala badan gemetar. Sementara kejang-kejang bisa disebabkan oleh hidrokarbon berklor serta organofluor.
4.       Aritmia
Aritmia adalah irama detak jantung yang tidak teratur. Ini menjadi tanda keracunan organofluor.
5.       Batuk-batuk
Ini terjadi apabila pestisida telah masuk kedalam saluran pernapasan (bronkhi) atau pestisida telah mempengaruhi lever (hati).
6.       Berkurang kesadaran
Berkurangnya kesadaran merupakan gejala keracunan umum pestisida yang berat.

Saturday, July 13, 2013

Cara Memperbanyak tanaman

Cara Memperbanyak tanaman
1.    Perkembang biakan tanaman secara vegetatif
Perbanyakan tanaman secara vegetatif dilakukan menggunakan bagian-bagian tanaman seperti cabang, ranting,pucuk, daun, umbi dan akar.
Perbanyakan tanaman secara vegetatif dapat dilakukan dengan cara cangkok, rundukan, setek dan kultur jaringan.
a.     Cangkok (air layerage)
Langkah-langkah mencangkok sebagai berikut :
1.      Sayat cabang ranting yang akan dicangkok dengan pisau tajam. Penyayatan dilakukan tepat di bawah kuncup daun karena di sinilah tempat berkumpulnya zat pembentuk akar (rizokalin)
2.      Kupas kulit batang di bidang sayatan sampai terlihat kambium yang berlendir. Buang kambium ini dengan cara dikerok menggunakan mata pisau dan perhatikan jangan sampai melukai jaringan. Lalu biarkan selama 2-7 hari sampai mengering dan tidak mengeluarkan lendir lagi. Setelah mengering olesi hormon penumbuh akar. (Rootone F). Cara penggunan hormon ini dengan mencampur sedikit air dan adukhingga menjadi pasta, lalu oleskan merata keseluruh bekas sayatan.
3.      Membungkus bidang sayatan Dengan media moss
Ada dua cara membungkus  dalam cara mencangkok, hal ini di pengaruhi oleh penggunaan media :
a.       Dengan media moss, langkah-langkahnya yaitu pasang plastik pembungkus di bidang sayatan, masukan moss, dan ikat erat media cangkokan.
b.      Dengan media tanah, langkah-langkahnya yaitu buat bongkahan tanah, sayat salah satu sisi bongkahan, tangkupkan bongkahan ke bidang cangkokan, dan ikat erat media cangkokan.
4.      Merawat cangkokan
Cangkokan cukup disiram seminggu sekali agar media tetap lembab dengan cara menyuntikkan air kedalam media atau meneteskan air diatas pembungkus cangkokan.
5.      Memotong cangkokan.
Batang cangkokan dapat dipotong apabila akarsudah memenuhi media cangkokan dan daun di cabang cangkokan terlihat segar. Pemotongan dilakukan tepat di bawah pembungkus.

Saturday, June 29, 2013

PISANG IJO KHAS MAKASSAR

PISANG IJO KHAS MAKASSAR 



Bahan :
  •     50 gram tepung beras
  •     1/2 sendok teh garam
  •     300 ml air
  •     100 ml air daun suji
  •     3 tetes pewarna hijau
  •     175 gram tepung beras
  •     5 buah pisang raja
  •     es serut
  •     sirup merah
Bahan Saus :
  •     650 ml santan
  •     50 gram tepungh terigu
  •     75 gram gula pasir
  •     1 lembar daun pandan
  •     1/4 sendok teh garam
Cara Membuat  :

  1. Aduk tepung beras, garam, air, air daun suji, pewarna hijau lalu rebus sambil diaduk sampai mendidih, angkat.
  2. Tambahkan tepung beras, aduk rata lalu aduk lagi sampai kalis(tidak lengket). Tipiskan adonan, balutkan pada pisang hingga tertutup.
  3. Kukus pisang selama 20 menit. Angkat dan sisihkan.
  4. Rebus bahan saus sampai mendidih, angkat lalu dinginkan.
  5. Potong-potong pisang hijau, tuangkan saus, es serut, dan sirup merah.                                                       selamat mencoba.......!!

HAMA DAN PENYAKIT CENGKEH TANAMAN CENGKEH

HAMA DAN PENYAKIT CENGKEH TANAMAN CENGKEH
HAMA
1.       PENGGEREK BATANG
Penggerek batang yang menyerang tanaman cengkeh adalah Nothopeus sp. Hama ini meletakkan telurnya pada lekukan kulit batang tanaman.
Gejala Serangan
Gejala Serangan yang ditimbulkan oleh penggerek Nothopeus sp ditandai adanya lubang-lubang  pada batang tanaman, dari lubang keluar cairan kental bercampur kotoran hama. Daun muda berubah kekuningan, rontok dan akhirnya pucuk daun mati. Jika tidak dikendalikan hama ini dapat menyebabkan kematian, karena asupan makanan terganggu.
Cara Pengendalian
Upaya yang dapat dilakukan antara lain menutup lubang bekas gerekan dengan pasak kayu serta memusnahkan telur-telur yang menempel pada kulit. Pengendalian kimiawi dengan memasukkan insektisida sistemik berbahan aktif asefat ke dalam lubang gerekan kemudian ditutup dengan pasak kayu. Dapat pula menaburkan insektisida sistemik berbahan aktif karbofuran dengan dosis 115-150 g/pohon. Interval 3 bulan sekali.
2.       PENGGEREK CABANG
Penggerek cabang yang menyerang tanaman cengkeh adalah Hyleborus sp., dan Ardela sp. Hama Hyleborus sp. merupakan kumbang berukuran kecil berwarna hitam, kumbang jantan tidak mempunyai sayap dan ukurannya lebih kecil daripada serangga betina. Sedangkan Ardela sp. merupakan ngengat, ngengat jantan berwarna cokelat keputihan, betina berwarna merah muda keputihan. Larva ngengat ini berwarna putih keabu-abuan.
Gejala Serangan
Gejala Serangan yang ditimbulkan oleh kedua penggerek ini ditandai adanya lubang-lubang  pada permukaan kulit cabang yang mengakibatkan cabang mudah patah, lemah, tunas mati, daun dan ranting akhirnya mengering. Lubang-lubang tersebut tertutup kotoran dan serbuk kayu sisa gerekan yang dijalin dengan serat halus. Serangan parah menyebabkan cabang mati.
Pengendalian
Upaya yang dapat dilakukan untuk mengendalikan hama penggerek cabang ini sama seperti pada penggerek batang.

3.       PENGGEREK RANTING 
Penggerek ranting yang menyerang tanaman cengkeh adalah Coptocercus sp. Serangga ini berupa kumbang berwarna hitam, sedangkan larvanya berwarna kuning kecokelatan.
Gejala serangan
Gejala Serangan yang ditimbulkan oleh penggerek Coptocercus sp. ditandai pada permukaan ranting terdapat lubang-lubang gerekan yang berdiameter kira-kira 1,8 mm. Serangan parah mengakibatkan ranting dan daun mati.
Cara pengendalian
Upaya yang dapat dilakukan untuk mengendalikan hama ini adalah dengan penyemprotan insektisida berbahan aktif alfa sipermetri, asefat, profenofos, atau metomil dengan dosis sesuai pada kemasan ke seluruh bagian tanaman. Interval 10 hari sekali.
4.       KUTU DAUN
Kutu daun yang menyerang tanaman cengkeh adalah Coccus viridis. Hama ini biasanya bersembunyi di permukaan bawah daun, berwarna hijau, menyerang daun dan ranting yang masih muda.
Gejala serangan
Gejala Serangan yang ditimbulkan oleh Coccus viridis ditandai dengan mengeringnya ranting dan daun tanaman, bunga banyak yang rontok karena hama ini menyerang dengan cara menghisap cairannya. Selain menyerang tanaman muda, hama ini juga menyerang tanaman dewasa.
Cara pengendalian
Upaya yang dapat dilakukan untuk mengendalikan hama ini diantaranya adalah dengan memusnahkan ranting yang terserang, penyemprotan insektisida berbahan aktif alfa sipermetri, asefat, profenofos, metomil atau imidakloprid dengan dosis sesuai petunjuk pada kemasan. Interval 10 hari sekali.

5.       PERUSAK DAUN
Perusak daun yang menyerang tanaman cengkeh adalah Anthriticus sp. dan Carea Angulata. Hama Anthriticus eugeniae adalah kutu hijau, sedangkan Carea Angulata berupa ulat.
Gejala serangan
Gejala serangan yang ditimbulkan oleh Anthriticus sp. ditandai dengan adanya bintik-bintik pada bagian tepi dan tengah daun karena bekas hisapan serangga daun cengkeh. Hama ini menyerang tanaman pada malam hari.
Gejala serangan yang ditimbulkan oleh Carea Angulata ditandai dengan adanya bekas gigitan ulat pada daun yang terserang, ulat ini menyerang dengan cara memakan daun. Populasi tinggi menyebabkan daun gundul.
Cara Pengendalian
Upaya yang dapat dilakukan untuk mengendalikan kedua jenis hama ini adalah dengan melakukan pemangkasan untuk menjaga kelembaban di sekitar pertanaman, penyemprotan insektisida berbahan aktif alfa sipermetri, asefat, profenofos, atau metomil dengan dosis sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan. Interval 10 hari sekali. Untuk pengendalian kutu Anthriticus sp penyemprotan terbatas pada bagian tanaman yang terserang, sedangkan pada ulat Carea angulata diutamakan pada saat populasi larva masih muda.
6.       KEPIK
Kepik yang menyerang tanaman cengkeh adalah Helopeltis sp. Hama ini menyerang bagian pucuk daun dan daun muda.
Gejala serangan
Gejala serangan yang ditimbulkan oleh Helopeltis sp ditandai dengan gugurnya daun muda dan mati pucuk daun.
Cara pengendalian
Upaya yang dapat dilakukan untuk mengendalikan hama ini adalah dengan penyemprotan insektisida berbahan aktif deltametrin, karbosulfan, profenofos, atau imidakloprid dengan dosis sesuai pada kemasan. Interval 10 hari sekali.
PENYAKIT
1.       MATI BUJANG
Penyakit mati bujang yang menyerang tanaman cengkeh adalah bakteri Xylemlimited. Bakteri ini menyerang perakaran dan ranting-ranting muda.
Gejala serangan
Gejala serangan yang ditimbulkan oleh Xylemlimited ditandai dengan gugurnya daun dan matinya ranting tanaman.
Cara pengendalian
Upaya yang dapat dilakukan untuk mengendalikan penyakit ini adalah dengan penyemprotan bakterisida berbahan aktif oksitetrasiklin, streptomisin sulfat, kasugamisin atau asam oksolinik dengan dosis sesuai pada kemasan. Interval 1 bulan sekali.
2.       PENYAKIT CACAR DAUN
Penyakit cacar daun yang menyerang tanaman cengkeh adalah cendawan Phyllostica sp. Cendawan ini menyerang semua fase pertumbuhan mulai dari pembibitan sampai tanaman dewasa. Bagian yang terserang biasanya daun dan buah cengkeh.
Gejala serangan
Gejala serangan yang ditimbulkan oleh Phyllostica sp ditandai dengan munculnya bercak berbintil hitam menggelembung seperti cacar pada bagian atas daun, kemudian daun menggugurkan diri.
Cara pengendalian
Upaya yang dapat dilakukan untuk mengendalikan penyakit ini adalah dengan sanitasi lingkungan, memusnahkan tanaman yang terserang, penyemprotan fungisida sistemik berbahan aktif karbendazim, benomil atau zineb dan fungisida kontak berbahan aktif propineb, mankozeb, atau maneb dengan dosis sesuai pada kemasan. Interval 10 hari sekali.
3.       PENYAKIT BPKC (BAKTERI PEMBULUH KAYU CENGKEH)
Penyakit BPKC  yang menyerang tanaman cengkeh adalah bakteri Pseudomonas syzygii. Bakteri ini menyerang tanaman dewasa melalui vektor atau perantara. Vektor dari penyakit ini adalah serangga Hindola sp.
Gejala serangan
Gejala serangan yang ditimbulkan oleh Pseudomonas syzygii ditandai dengan menguningnya daun yang kemudian berguguran, ranting-ranting dan cabang mati diikuti layu mendadak. Serangan parah menyebabkan kematian.
Cara pengendalian
Upaya yang dapat dilakukan untuk mengendalikan penyakit ini adalah dengan melakukan sanitasi lingkungan (memusnahkan tanaman yang terserang), secara kimiawi menggunakan bakterisida golongan antibiotik berbahan aktif oksitetrasiklin, streptomisin sulfat, kasugamisin atau asam oksolinik. Kemudian mengendalikan serangga vektor menggunakan insektisida berbahan aktif asefat, lamda sihalotrin, profenofos, kartophidroklorida atau karbofuran. Dosis sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan. Interval 1 bulan sekali.

4.       BERCAK DAUN
Penyakit bercak daun yang menyerang tanaman cengkeh adalah cendawan Cylindrocladium sp. Jamur ini menyerang bagian daun tanaman.
Gejala serangan
Gejala serangan yang ditimbulkan oleh Cylindrocladium sp ditandai dengan munculnya bercak coklat kehitaman pada daun yang merupakan spora dari cendawan.
Cara pengendalian
Upaya yang dapat dilakukan untuk mengendalikan penyakit ini adalah dengan penyemprotan fungisida sistemik berbahan aktif benomil, metil tiofanat, atau karbendazim dan fungisida kontak berbahan aktif klorotalonil, mankozeb, propineb, atau tiram dengan dosis sesuai pada kemasan.
STRATEGI PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT

Penyemprotan pestisida harus dilakukan berseling atau penggantian bahan aktif yang tertera di atas setiap melakukan penyemprotan, jangan menggunakan bahan aktif yang sama secara berturut-turut. Tanaman cengkeh merupakan tanaman yang tahan terhadap serangan hama penyakit, sehingga penyemprotan dapat dilakukan sesuai kebutuhan. Jadi penggunaan pestisida dapat dihemat.

KANDUNGAN UNSUR HARA PADA PUPUK DAN MANFAATNYA BAGI TANAMAN

KANDUNGAN UNSUR HARA PADA PUPUK DAN MANFAATNYA BAGI TANAMAN
Pupuk Urea
[(CO (NH2)2] Urea merupakan pupuk buatan hasil persenyawaan NH4 (ammonia) dengan CO2. Bahan dasarnya biasanya berupa gas alam dan merupakan ikatan hasil tambang minyak bumi. Kandungan N total berkisar antara 45-46 %. Dalam proses pembuatan Urea sering terbentuk senyawa biuret yang merupakan racun bagi tanaman kalau terdapat dalam jumlah yang banyak. Agar tidak mengganggu kadar biuret dalam Urea harus kurang 1,5-2,0 %. Kandungan N yang tinggi pada Urea sangat dibutuhkan pada pertumbuhan awal tanaman. (Ruskandi, 1996).
Pupuk SP 36 (Superphospat 36)
SP 36 merupakan pupuk fosfat yang berasal dari batuan fosfat yang ditambang. Kandungan unsur haranya dalam bentuk P2O5 SP 36 adalah 46 % yang lebih rendah dari TSP yaitu 36 %. Dalam air jika ditambahkan dengan ammonium sulfat akan menaikkan serapan fosfat oleh tanaman. Namun kekurangannya dapat mengakibatkan pertumbuhan tanaman menjadi kerdil, lamban pemasakan dan produksi tanaman rendah. (Hakim, dkk, 1986).
Pupuk NPK (Nitrogen Phospate Kalium)
Pupuk NPK merupakan pupuk majemuk yang mengandung unsur hara utama lebih dari dua jenis. Dengan kandungan unsur hara Nitrogen 15 % dalam bentuk NH3, fosfor 15 % dalam bentuk P2O5, dan kalium 15 % dalam bentuk K2O. Sifat Nitrogen (pembawa nitrogen ) terutama dalam bentuk amoniak akan menambah keasaman tanah yang dapat menunjang pertumbuhan tanaman.(Hardjowigeno, 1992).
Pupuk KCl (Kalium Klorida)
Pembuatan pupuk KCl melalui proses ekstraksi bahan baku (deposit K) yang kemudian diteruskan dengan pemisahan bahan melalui penyulingan untuk menghasilkan pupuk KCl. Kalium klorida (KCl) merupakan salah satu jenis pupuk kalium yang juga termasuk pupuk tunggal. Kalium satu-satunya kation monovalen yang esensial bagi tanaman. Peran utama kalium ialah sebagai aktivator berbagai enzim.
Kandungan utama dari endapan tambang kalsium adalah KCl dan sedikit K2SO4. Hal ini disebabkan karena umumnya tercampur dengan bahan lain seperti kotoran, pupuk ini harus dimurnikan terlebih dahulu. Hasil pemurniannya mengandung K2O sampai 60 %. Pupuk Kalium (KCl) berfungsi mengurangi efek negative dari pupuk N, memperkuat batang tanaman, serta meningkatkan pembentukan hijau dan dan dan karbohidrat pada buah dan ketahanan tanaman terhadap penyakit.
Kekurangan hara kalium menyebabkan tanaman kerdil, lemah (tidak tegak, proses pengangkutan hara pernafasan dan fotosintesis terganggu yang pada akhirnya mengurangi produksi. Kelebihan kalium dapat menyebabkan daun cepat menua sebagai akibat kadar Magnesium daun dapat menurun. Kadang-kadang menjadi tingkat terendah sehingga aktivitas fotosintesa terganggu.
Pupuk Kompos

Kandungan pupuk kompos adalah bahan organik yang mencapai 18 % bahkan ada yang mencapai 59 %. Unsur lain yang dikandung oleh kompos adalah nitrogen, fosfor, kalsium, kalium dan magnesium. Manfaat bokhasi pada lahan pertanian yaitu : mampu menggantikan dan mengefektifkan penggunaan pupuk kimia (anorganik) sehingga biaya pembelian pupuk dapat ditekan, bebas dari biji tanaman liar (gulma), tidak berbau dan mudah digunakan dan memperbaiki derajat keasaman tanah, selain itu sangat berguna untuk menyuburkan tanaman.